Peradaban
Fir’aun dan Sumeria adalah dua peradaban paling awal yang ada dalam sejarah
manusia. Demikian yang dikatakan H.J. Wills dalam Short History of the World
halaman 62.
F. Migrasi Umat Manusia
Posted by Al-Ustadz Ibnu Nachrudin
Posted on 23.46
with No comments
Manusia
semakin banyak di Jazirah Arabia (kemungkinan besarnya adalah di Hijaz). Maka,
mereka pun mulai melakukan migrasi dari tempat itu. Sedangkan, migrasi tersebut
menuju pada wilayah-wilayah berikut ini.
1. Timur
Laut. Mereka berdiam di Irak kemudian beberapa kelompok di antara mereka
melanjutkan perjalanannya hingga mencapai Asia dan Amerika.
2. Utara.
Menuju Syam. Kemudian beberapa rombongan dari mereka melanjutkan
pengembaraannya ke Laut Tengah.
3. Selatan.
Ke wilayah Yaman. Dari sini beberapa
rombongan melanjutkan perjalanannya ke Afrika dan India.
Kita akan saksikan nanti
bahwa semua rasul pasti berasal dari Jazirah Arab, Syam, Irak, dan Mesir.
Tempat-tempat ini adalah wilayah-wilayah yang ditempati manusia untuk pertama
kalinya di muka bumi. (Lihat at-Tarikh al-Islami qabla al-Bi’tsah karangan
Mahmud Syakir halaman 35)E. Idris A.S.
Posted by Al-Ustadz Ibnu Nachrudin
Posted on 23.45
with No comments
Dia
adalah Nabi yang Allah utus setelah Syits. Allah berfirman dalam Al-Qur’an,
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا
وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا
“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris
(yang tersebut) di dalam Al Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat
membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang
tinggi.” (Maryam : 56-57)
Nabi Idris terus meneggakan syariat Allah hingga dia dipanggil
Allah. Dia adalah manusia pertama yang dituruni wahyu melalui malaikat Jibril. Ibnu
Ishaq menyebutkan bahwa dia adalah orang pertama yang menulis dengan pena, dan
manusia pertama yang menjahit baju dan memakainya. Sedangkan, manusia
sebelumnya memakai pakaian dari kulit binatang. Dia juga adalah orang pertama
yang mengerti masalah medis. (Lihat al-Mawsu’ah al-Arabiyyah al-Alamiyyah 1/379)
Tujuan dari diutusnya para rasul adalah dalam rangka meneruskan
syariat Allah dan sebagai hujah atas manusia.
Allah berfirman,
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولا
“Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (Al-Isra’ : 15)
Dalam firman-Nya yang lain disebutkan,
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا
اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat
(untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’.” (An-Nahl : 36)
D. Syits bin Adam
Posted by Al-Ustadz Ibnu Nachrudin
Posted on 23.45
with No comments
Setelah
peristiwa pembunuhan itu, Allah mengkaruniakan Syits kepada Adam. Dia adalah
salah seorang anak Adam dan sekaligus sebagai seorang Nabi yang terus
melanjutkan dakwah di jalan Allah di muka bumi. Kemudian Allah memberikan
keturunan laki-laki dan wanita sehingga mereka menjadi banyak. Adam mengajarkan
kepada mereka makna tauhid dan menyampaikan dakwah kepada mereka hingga dia
meninggal dunia.
Ibnu
Hibban dalam Shahih-nya meriwayatkan bahwa Abu Dzar berkata, “Saya berkata, ‘Wahai
Rasulullah, berapa jumlah para nabi?’ Rasulullah menjawab, ‘Seratus dua puluh empat
ribu.’ Saya berkata, ‘Lalu berapa jumlah rasul dari antara mereka itu?’ Rasulullah
menjawab, ‘Tiga ratus tiga belas, jumlah yang banyak.’ Saya katakan, ‘Siapa
rasul pertama di antara mereka?’ Rasulullah bersabda, ‘Adam.’”
Kemudian Adam meninggal
dan terjadi perbedaan pendapat tentang umurnya saat meninggal dunia. Sedangkan,
pendapat yang paling benar adalah yang mengatakan bahwa umur Adam antara 950
hingga 1.000 tahun. Demikianlah yang tercantum dalam Qishash al-Anbiyaa
karangan Ibnu Katsir halaman 59.C. Qabil dan Habil (Kriminal Pertama yang Terjadi di Muka Bumi)
Posted by Al-Ustadz Ibnu Nachrudin
Posted on 23.44
with No comments
Qabil
dan Habil adalah dua anak pertama Nabi Adam. Syariat Allah kala itu
mengharuskan seorang anak tidak boleh kawin dengan saudara kembarnya. Hawa selalu
melahirkan anak kembar laki-laki dan wanita. Qabil menginginkan dia kawin
dengan saudara kembarnya yang secara hukum adalah menjadi hak saudaranya. Maka,
Habil menolaknya.
Kemudian
keduanya menyelenggarakan upacara kurban. Allah menerima kurban Habil yang
berupa domba yang sangat baik. Tetapi, Allah menolak kurban Qabil yang berupa
hasil cocok tanam yang sangat jelek. Qabil iri dengan kejadian ini dan dia
membunuh saudaranya. Inilah kriminal pertama yang terjadi di muka bumi yang
dilakukan oleh anak manusia.
Allah
berfirman,
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا
قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ
لأقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
“Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan
Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka
diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari
yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti membunuhmu!"
Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari
orang-orang yang bertakwa".” (Al-Maidah : 27)
