G. Peradaban Pertama



Peradaban Fir’aun dan Sumeria adalah dua peradaban paling awal yang ada dalam sejarah manusia. Demikian yang dikatakan H.J. Wills dalam Short History of the World halaman 62.

F. Migrasi Umat Manusia



Manusia semakin banyak di Jazirah Arabia (kemungkinan besarnya adalah di Hijaz). Maka, mereka pun mulai melakukan migrasi dari tempat itu. Sedangkan, migrasi tersebut menuju pada wilayah-wilayah berikut ini.
1.      Timur Laut. Mereka berdiam di Irak kemudian beberapa kelompok di antara mereka melanjutkan perjalanannya hingga mencapai Asia dan Amerika.
2.      Utara. Menuju Syam. Kemudian beberapa rombongan dari mereka melanjutkan pengembaraannya ke Laut Tengah.
3.      Selatan. Ke wilayah Yaman. Dari sini  beberapa rombongan melanjutkan perjalanannya ke Afrika dan India.
Kita akan saksikan nanti bahwa semua rasul pasti berasal dari Jazirah Arab, Syam, Irak, dan Mesir. Tempat-tempat ini adalah wilayah-wilayah yang ditempati manusia untuk pertama kalinya di muka bumi. (Lihat at-Tarikh al-Islami qabla al-Bi’tsah karangan Mahmud Syakir halaman 35)

E. Idris A.S.



Dia adalah Nabi yang Allah utus setelah Syits. Allah berfirman dalam Al-Qur’an,
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا
“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (Maryam : 56-57)
Nabi Idris terus meneggakan syariat Allah hingga dia dipanggil Allah. Dia adalah manusia pertama yang dituruni wahyu melalui malaikat Jibril. Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa dia adalah orang pertama yang menulis dengan pena, dan manusia pertama yang menjahit baju dan memakainya. Sedangkan, manusia sebelumnya memakai pakaian dari kulit binatang. Dia juga adalah orang pertama yang mengerti masalah medis. (Lihat al-Mawsu’ah al-Arabiyyah al-Alamiyyah 1/379)
Tujuan dari diutusnya para rasul adalah dalam rangka meneruskan syariat Allah dan sebagai hujah atas manusia.
Allah berfirman,
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولا
“Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (Al-Isra’ : 15)
Dalam firman-Nya yang lain disebutkan,
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’.” (An-Nahl : 36)

D. Syits bin Adam



Setelah peristiwa pembunuhan itu, Allah mengkaruniakan Syits kepada Adam. Dia adalah salah seorang anak Adam dan sekaligus sebagai seorang Nabi yang terus melanjutkan dakwah di jalan Allah di muka bumi. Kemudian Allah memberikan keturunan laki-laki dan wanita sehingga mereka menjadi banyak. Adam mengajarkan kepada mereka makna tauhid dan menyampaikan dakwah kepada mereka hingga dia meninggal dunia.
Ibnu Hibban dalam Shahih-nya meriwayatkan bahwa Abu Dzar berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, berapa jumlah para nabi?’ Rasulullah menjawab, ‘Seratus dua puluh empat ribu.’ Saya berkata, ‘Lalu berapa jumlah rasul dari antara mereka itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Tiga ratus tiga belas, jumlah yang banyak.’ Saya katakan, ‘Siapa rasul pertama di antara mereka?’ Rasulullah bersabda, ‘Adam.’”
Kemudian Adam meninggal dan terjadi perbedaan pendapat tentang umurnya saat meninggal dunia. Sedangkan, pendapat yang paling benar adalah yang mengatakan bahwa umur Adam antara 950 hingga 1.000 tahun. Demikianlah yang tercantum dalam Qishash al-Anbiyaa karangan Ibnu Katsir halaman 59.

C. Qabil dan Habil (Kriminal Pertama yang Terjadi di Muka Bumi)



Qabil dan Habil adalah dua anak pertama Nabi Adam. Syariat Allah kala itu mengharuskan seorang anak tidak boleh kawin dengan saudara kembarnya. Hawa selalu melahirkan anak kembar laki-laki dan wanita. Qabil menginginkan dia kawin dengan saudara kembarnya yang secara hukum adalah menjadi hak saudaranya. Maka, Habil menolaknya.
Kemudian keduanya menyelenggarakan upacara kurban. Allah menerima kurban Habil yang berupa domba yang sangat baik. Tetapi, Allah menolak kurban Qabil yang berupa hasil cocok tanam yang sangat jelek. Qabil iri dengan kejadian ini dan dia membunuh saudaranya. Inilah kriminal pertama yang terjadi di muka bumi yang dilakukan oleh anak manusia.
Allah berfirman,
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
“Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".” (Al-Maidah : 27)